Minggu, 04 Desember 2016

o Meyebutkan berbagai tempo gerak

Tempo atau waktu
      Gerak yang diungkapkan dalam suatu tarian tidak hanya satu gerakan. Ungkapan gerak dalam sebuah tarian pada dasarnya merupakan susunan beberapa rangkaian gerak yang sudah terpolakan. Jika seorang penari melakukan beberapa gerakan, secara langsung akan tampak peralihan dari gerak yang satu ke gerak berikutnya. Dalam peralihan ini, akan tampak kekosongan sesaat sebagai napas dari ungkapan gerak yang satu ke gerak berikutnya. Hal itu menunjukkan bahwa dalam penyajian sebuah tarian banyak ditemukan waktu atau tempo sebagai sisipan antargerak, walaupun sisipan waktu tersebut hanya sekejap. Oleh karena itu, unsur pokok gerak tari di samping tenaga dan ruang adalah waktu atau tempo.
      Unsur waktu dalam ruang lingkup seni tari didominasi oleh ritme gerak dan tempo gerak. Ritme gerak adalah elemen atau detail waktu dari awal sampai berakhirnya suatu gerak atau rangkaian gerak. Adapun tempo adalah ukuran waktu untuk menyelesaikan suatu rangkaian gerak atau gerakangerakan. Agar lebih jelas, perhatikan contoh di bawah ini!
Gambar diatas menunjukkan seorang penari berlari-lari kecil dari arah belakang menuju arah depan. Tempo dalam gerakan tersebut merupakan sejumlah waktu yang diperlukan penari untuk bergerak dari belakang sampai ke depan. Adapun ritme geraknya dapat dilihat dari detail-detail waktu atau irama langkah kaki penari. Untuk menunjukkan dinamika tempo atau waktu, seorang penari harus mampu mengatur irama gerak. Selain itu, penari harus betul-betul cermat dan penuh kontrol dalam mengatur perubahan-perubahan dari ritme atau irama yang cepat ke yang lambat atau dari tempo yang pendek ke tempo yang panjang.

Menjaga kebersihan tubuh

Cara menjaga kebersihan tubuh merupakan pertanyaan terbesar bagi setiap umat manusia. Sebab setiap orang dimuka bumi ini selalu menginginkan tubuh yang bersih agar bebas dari kuman, bakteri ataupun virus. Sebab tubuh yang kotor akan mudah terserang penyakit kulit, bahkan parahnya lagi, ketika sesorang sudah tidak bisa merawat kebersihan tubuh mereka. Secara tidak langsung orang disekitar mereka akan menjauh dari mereka, bahkan akan sulit untuk mendapatkan teman untuk bergaul.
 
Cara Menjaga Kebersihan Tubuh
Sebelum Dunia edukasi super memberberkan tentang cara menjaga kebersihan tubuh secara baik dan benar, kami ingin menyarankan juga Cara Menjaga Kebugaran Tubuh dan Cara Merawat Tubuh. Seperti kata pepatah kebersihan merupakan sebagian dari iman. 
Rutinlah membersihkan tubuh anda dengan cara mandi dua kali sehari. Seperti yang kita ketahui, mandi dapat menjaga kebersihan tubuh secara efektif dari debu, kotoran, dan juga kuman yang menempel pada tubuh setelah kita seharian beraktifitas. 
 
Setelah mandi, otomatis bagian yang paling sering digunakan untuk berkomunikasi adalah mulut. Maka dari itu rutinlah membersihkan mulut anda dengan cara rajin menggosok gigi hingga dua kali dalam satu hari selepas anda mandi.
 
Selain itu Dunia edukasi super menyarankan untuk mengosok gigi sebelum tidur dan selepas makan. Sebab sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi dan juga gusi akan membuat bau yang tidak sedap jika dibiarkan terlalu lama berada disela sela gigi. Selain sisa makanan tersebut membuat bau mulut, hal tersebut juga dapat menyebabkan sakit gigi dan sakit gusi.
 
Selain tubuh dan mulut, telinga, hidung, dan kelamin wajib juga untuk selalu dibersihkan saat mandi. Selain itu anda juga harus memastikan bagian telingga telah bersih dari sisa air. Sebab sisa air tersebut nantinya akan menyebabkan telingga anda menjadi bau dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.  Anda dapat membersihakan telinga anda mengunakan sabun  dan juga kapas.
 
Setelah itu, pastikan anda membersihakan rambut anda dengan mengunakan shampo secara rutin minimal dua kali sehari.  Sebelum anda tidur, atau setelah bangun tidur jangan lupa untuk mencuci muka.  Cuci muka yang baik minimal dilakukan tiga kali sehari. Setalah itu jangan lupa anda untuk mengosok gigi. 
 
Anda jangan melupakan tangan dan kaki anda. Sebab kedua hal tersebut merupakan bagian utama tubuh anda.  Cara menjaga kebersihan tangan dan kaki dunia edukasi super menyarankan untuk membersihkan tangan dan kaki maksimal dua kali sehari baik setalah anda berkaktifitas ataupun sebelum anda tidur.  Selain itu jangan lupa juga untuk memotong kuku tangan dan kuku jari anda. 

Tubuh yang bersih akan membuat anda lebih percaya diri, baik dalam bergaul ataupun mencari pasangan. Hal tersebut bisa saja terbalik jika anda tidak pandai merawat kebersihan tubuh anda.

• Memperagakan gerak dasar mengayun

GERAK DASAR MENGAYUN

  1. Lari, contoh : Lari memindahkan kok, lari melempar kok.
  2. Mengayun, adalah gerakan menggerakkan lengan ke depan dan ke belakang secara teratur.
  3. Membungkuk, adalah gerakan menunduk dengan melengkungkan punggung ke bawah.
  4. Melempar, contoh : melempar bola, peluru, lembing, dll. Macam lemparan : Lemparan dada, lemparan melambung, lemparan menyusur tanah, lemparan memantul.
  5. Menendang.
Yang biasa ditendang adalah bola. Bagian tubuh untuk menendang adalah kaki. Bagian kaki untuk menendang bola adalah :
  • Kaki bagian dalam
  • Kaki bagian luar
  • Punggung kaki (kura-kura kaki)
  • Tumir kaki
Olahraga yang ada unsur menendang yaitu :
  • Sepakbola/Futsal
  • Sepak takraw
  • Taekwondo
  • Silat

• Membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat

lingkungan sehat dan tidak sehat

Bersih adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau. Lingkungan yang sehat sudah tentu bersih. Kebersihan lingkungan harus dimulai dari rumah dulu. Jika semua rumah dan halaman sudah bersih maka lingkungan tersebut dapat dikatakan lingkungan yang bersih dan sehat. Ciri ciri lingkungan sehat dapat kita lihat dalam kehidupan sehari hari tercermin dari rumah dan gaya hidup seseorang tersebut. Lingkungan yang sehat dapat mecegah menyakit dan membuat kita lebih nyaman.

Berikut ini adalah lingkungan sehat dan tidak sehat dilengkapi dengan gambarnya
1. Lingkungan Sehat
Lingkungan Sehat dan Tidak Sehat dan Gambarnya
Lingkungan sehat merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia. Jika lingkungan yang dihuni sehat, manusia tersebut juga sehat. Lingkungan sehat ada tandanya. Tanda-tanda lingkungan sehat yaitu udara, tanah, dan airnya bersih. Udara dikatakan bersih jika udara tersebut tidak berbau dan bebas dari asap. Tanah dikatakan bersih jika tanah tersebut bebas dari sampah. Air dikatakan bersih jika bebas dari sampah dan tidak tergenang. Jadi, di lingkungan sehat udaranya terasa segar. Selain itu, di lingkungan sehat tidak ada sampah berserakan. Sungai dan selokan bersih dari sampah. Oleh karena itu, air sungai dan selokan tidak tergenang.
Ciri-ciri lingkungan sehat antara lain sebagai berikut
  • Udara bersih, segar, dan terasa sejuk. Selain itu, juga tidak berbau.
  • Ada tempat sampah dan keadaannya bersih. Dengan adanya tempat sampah, sampah jadi tidak berserakan. Dengan demikian, tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.
  • Terdapat saluran air yang bersih dan lancar. Air dalam saluran air akan mengalir dengan lancar. Hal ini karena tidak tersumbat oleh sampah.
  • Terdapat berbagai tumbuhan hijau yang terpelihara dan tertata rapi. Dengan adanya tumbuhan, udara akan menjadi lebih bersih. Selain itu, keadaan lingkungan rumah akan terlihat lebih indah.
Agar lingkungan tetap sehat ada beberapa cara yang dapat kita lakukan. Hal yang dapat kita lakukan adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah kita. Untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah dapat dilakukan dengan cara membersihkan tempat tinggal kita agar bebas dari sampah. Dengan lingkungan rumah yang sehat, maka kita dan anggota keluarga kita pun akan sehat dan bebas dari penyakit. Berikut ini tips agar lingkungan tetap sehat :
  • Menyediakan tempat sampah di bagian bagian tertentu rumah;
  • Membersihkan lantai rumah;
  • Membersihkan jendela dan barang barang di rumah secara rutin;
  • Tidak membiarkan sampah menumpuk;
  • Tidak membiarkan sampah berserakan;
  • Pastikan ventilasi rumah berfungsi dengan baik;
  • Harus ada sirkulasi atau pergantian udara yang masuk ke dalam rumah;
  • Tidak membuah limbah rumah tangga ke kali secara sembarangan;

2. Lingkungan Tidak Sehat
Lingkungan Sehat dan Tidak Sehat dan Gambarnya
Beberapa tanda lingkungan tidak sehat antara udara, tanah, dan airnya tidak bersih. Udara dikatakan tidak bersih jika udara tersebut terkotori oleh asap. Udara kotor tidak baik untuk kesehatan pernapasan. Tanah dikatakan tidak bersih jika di tanah tersebut terdapat sampah. Sampah yang menggunung akan mengeluarkan bau tidak sedap. Selain itu, sampah tersebut menjadi tempat kerumunan lalat. Lalat ini dapat menyebarkan kuman penyakit ke tempat lain. Air dikatakan tidak bersih jika air tersebut tergenang karena penuh sampah. Air yang tergenang dapat menjadi sarang nyamuk. Nyamuk ini dapat menjadi pembawa penyakit.
Ciri - ciri lingkungan tidak sehat antara lain sebagai berikut :
  • Udara kotor dan berbau. Udara tersebut akan menyesakkan napas kita.
  • Tidak tersedianya tempat sampah. Sampah menumpuk dan berserakan di mana-mana. Tentu saja hal ini akan merusak pemandangan lingkungan sekitar. Sampah yang menumpuk akan menimbulkan bau yang tidak sedap.
  • Tidak ada saluran air. Meskipun ada, tetapi keadaannya kotor. Terdapat sampah yang menyumbat saluran air. Akibatnya, aliran air tidak lancar.
  • Tidak terdapat tumbuhan sehingga terlihat gersang. Kalaupun ada, tetapi tidak terpelihara. Misalnya, terdapat rumput liar.
  • Terdapat banyak hewan liar yang kelihatan kotor.

• Menyebutkan contoh – contoh tata tertib yang berlaku dalam kehidupan sehari – hari di sekolah

contoh – contoh tata tertib yang berlaku dalam kehidupan sehari – hari di sekolah
Kita hidup ditengah masyarakat. Ada aturan yang mengatur kehidupan bermasyarakat. Setiap peraturan harus di taati dan dipatuhi oleh semua warga masyarakat tersebut. Dengan demikian hidup bermasyarakat menjadi tertib, disiplin dan aman sentosa.

Tidak hanya di lingkungan masyarakat, di lembaga sekolah juga ada aturan yang harus dipatuhi. Peraturan itu disebut sebagai tata tertib sekolah. Warga sekolah harus mematuhi tata tertib sekolah tersebut. Warga sekolah disini, antara lain murid, pendidik dan tenaga kependidikan.

Tata tertib sekolah harus dipatuhi oleh semua kalangan yang ada dilingkungan sekolah tersebut, supaya kegiatan PBM (proses belajar mengajar) berjalan dengan lancar tertib dan aman. Siapa yang melanggar tata tertib sekolah akan dikenakan hukuman/sanksi yang berlaku menurut ketentuan kebijakan sekolah.

tata tertib,siswa,sekolah

Ada pula tata tertib yang berlaku untuk peserta didik. Ini dinamakan tata tertib siswa di sekolah. Tata tertib ini memuat kewajiban dan larangan bagi siswa di sekolah. Berikut adalah contoh keharusan atau kewajiban siswa di sekolah;

• Memberikan contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari – hari di rumah

 contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari – hari di rumah
Rumah adalah tempat kita berlindung dari panasnya matahari dan dinginnya angin malam rumah juga tempat kita berkumpul bersama keluarga yang kita cintai,nah pasti di setiap rumah mempunyai tata tertib atau aturan yang berbeda beda fungsinya untuk agar diri kita disiplin dan tidak melakukan hal-hal yang semena-mena di rumah,mau tau peraturan apa saja yang terdapat dirumah?berikut info secara umumnya:
  • masuk/keluar rumah mengucapkan salam.
  • selalu memberi tahu jika ingin pergi keluar rumah.
  • cium tangan orang tua jika ingin pergi keluar rumah.
  • pulang tidak lebih dari jam 9 malam.
  • bila ingin masuk ke kamar selain kamar kita sendiri ketuk pintu lebih dahulu.
  • tidak memperbolehkan masuk laki-laki bila wanita sendiri di rumah.
  • jika teman ingin berkunjung ke rumah selalu berkomunikasi dengan orang tua.
  • berbicara dan bersikap sopan selalu kepada orang yang lebih tua.
  • sikap makan yang tenang dan rapih.
  • berpakaian yang sopan walaupun di rumah.
  • membuang sampah pada tempatnya.
  • mencuci piring minimal yang kita pakai.
  • membereskan rumah bila ada waktu luang.
  • jika saat seseorang di rumah sedang sholat dan mengaji yang lain tidak boleh berisik
  • menjamu tamu dengan sopan.
  • merapikan kembali sepatu yg telah digunakan saat pulang sekolah.
  • tidak menggunakan kata-kata kasar seperti lo/gue saat berbicara dengan anggota keluarga.
  • menaruh pakaian kotor pada tempat yang telah di sediakan.
Berikut gambarnya:



• Memperlihatkan contoh dalam menggambar imajinatif

MENGGAMBAR IMAJINATIF (IMAJINASI)
A.    Pengertian Menggambar Imajinasi.
1.      Pengertian Menggambar.
Untuk memahami apa sebenarnya menggambar itu, kita harus menemukan maknanya lebih dalam karena lain menggores-goreskan pensil atau kuas dengan jari. Pada hakekatnya menggambar ini adalah pengungkapan seseorang secara mental dan visual dari apa yang dialaminya dalam bentuk garis dan warna. Menggambar merupakan wujud pengeksplorasian teknis dan gaya, penggalian gagasan dan kreativitas, bahkan bisa menjadi ekspresi dan aktualisasi diri. Pada intinya, menggambar adalah perpaduan keterampilan, kepekaan rasa, kreativitas, ide, pengetahuan, dan wawasan. Menggambar bisanya digunakan untuk mengungkapkan suatu ide. Tidak hanya ide kreatif dari seorang seniman, setiap orang juga seringkali menggunakan gambar untuk menjelaskan buah pikirannya.
Ada beberapa metode dalam menggambar yang tujuannya mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak, yaitu :
a.       Menggambar dengan cara mengamati (observasi).
Anak bisa menggambar dan mewarnai gambarnya sendiri tanpa menjiplak atau dengan contoh pola. Dengan demikian anak dapat melupakan observasi dengan cara menciptakan, bereksperimen, dan melampaui kemampuannya.
b.      Menggambar berdasarkan pengalaman/kenangan.
Menggambar dengan metode ini lebih memotivasi anak untuk menggambarkan sesuatu berdasarkan pengalaman dan kenangannya. Saat latihan, guru harus banyak menggunakan pertanyaan untuk membantu mereka mengingat detail yang berarti dari pengalaman mereka.

c.       Menggambar berdasarkan imajinasi.
Kejadian mendorong kita untuk keluar dan bisa diekspresikan dalam bentuk gambar, lukisan, dan model. Menggambar dengan imajinasi menjadi lebih efektif dengan latihan yang rutin.
Untuk pembelajaran menggambar anak usia 6-12 tahun kami menggunakan model pembelajaran observasi. Model ini kami kembangkan karena merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan pada belajar kreatif, belajar aktif, dan konstruktivis. Metode observasi langsung selain sebagai sumber yang baik sebagai konten, dia juga merupakan sumber imajinasi (area yang penting dalam perkembangan berpikir), pengalaman, ingatan, dan kejadian khusus (baik dan buruk) dalam kehidupannya (ini penting untuk perkembangan emosinya).
Kegiatan coret mencoret adalah bagian dari perkembangan motorik anak dan anak sangat menyenangi kegiatan ini, sehingga dengan dorongan guru dan kesempatan yang diberikan anak akan termotivasi membuat gambar. Kegiatan mencoret-coret ini dapat mengembangkan gerak motorik kasarnya. Sebelum tahap menggambar bentuk, anak biasanya melewati tahap mencoret-coret. Setelah tangannya cukup lentur, mereka akan dapat menggambar bentuk, dan lain sebagainya.
Kegiatan menggambar merupakan salah satu cara manusia mengekspresikan pikiran-pikiran atau perasaan-perasaanya. Dengan kata lain, gambar merupakan salah satu cara manusia mengekspersikan pikiran-pikiran atau perasaan-perasaannya. Dengan kata lain, gambar merupakan salah satu bentuk bahasa. Ada 3 tahap perkembangan anak yang dapat dilihat berdasarkan hasil gambar dan cara anak menggambar:
a.       Pertama, tahap mencoret sembarangan. Tahap ini biasanya terjadi pada usia 2-3 tahun. Pada tahap ini anak belum bisa mengendalikan aktivitas motoriknya sehingga coretan yang dibuat masih berupa goresan-goresan tidak menentu seperti benang kusut.
b.      Tahap kedua, juga pada usia 2-3 tahun, adalah tahap mencoret terkendali. Pada tahap ini anak mulai menyadari adanya hubungan antara gerakan tangan dengan hasil goresannya. Maka berubahlah goresan menjadi garis panjang, kemudian lingkaran-lingkaran.
c.       Tahap ketiga, pada anak usia 3 ½ – 4 tahun, pergelangan tangan anak sudah lebih luwes. Mereka sudah mahir menguasai gerakan tangan sehingga hasil goresannyapun sudah lebih. Tujuan menggambar bagi anak :
1)      Mengembangkan kebiasaan pada anak untuk berekspresi.
2)      Mengembangkan daya kreativitas.
3)      Mengembangkan kemampuan berbahasa.
4)      Mengembangkan citra diri anak.
2.      Pengertian Imajinasi
Sebagian orang menganggap imajinasi itu penting, tetapi sebagian yang lain mungkin mengabaikannya. Namun, siapaun yang mempunyai kreativitas, tentu akan meningkatkan imajinasi sebagai hal yang penting. Ibarat jendela, imajinasi mengantar kita untuk membuka rumah pikiran kita dan kemudian menggapai dalam-dalam dan jauh-jauh sebuah ide, fakta, realitas, hinggan fenomena.
Imajinasi merupakan potensi yang dimiliki manusia dan yang menggerakkan hidup manusia. Melalui imajinasi, manusia memahami dan membentuk dirinya, serta seluruh kehidupan ini. Begitu pentingnya imajinasi Albert Ainstein mengatakan bahwa imajinasi lebih penting dari pada ilmu pengetahuan. Karena dengan imajinasi yang ada dalam otak, akan menggugah tubuh kuta untuk mencari tahu semua yang ada dalam imajinasi. Sehingga muncullah ragam ilmu pengetahuan
Mengenai pentingnya imajinasi, Wass (Laily, 2009:83) sampai pada kesimpulan bahwa imajinasi adalah cara berfikir alami yang menghasilkan perubahan, bahkan sebelum kita menyadarinya. Berfikir secara sadar melalui latihan berimajinasi memiliki potensi untuk membantu seseorang meraih cita-cita dalam dunia pendidikan dan dalam kehidupan pribadi.
B.     Manfaat Menggambar untuk Perkembangan Anak.
Menggambar merupakan aktivitas yang penuh stimulasi terhadap proses tumbuh kembang anak. Seperti halnya menulis dan kegiatan bermain, menggambar memiliki manfaat untuk perkembangan anak. Secara edukatif, menggambar merupakan metode belajar yang menyenangkan bagi anak-anak di usia 7 tahun pertama karena secara alamiah anak-anak sangat suka menggambar atau membuat coretan-coretan pada banyak media yang ditemukannya, seperti dinding, kain sprei, kertas, buku atau benda-benda mainannya. Kegiatan ekspresif seperti ini merupakan aktivitas kreatif anak yang perlu diperhatikan , dikembangkan dan disalurkan dengan tepat, sehingga dapat menunjang optimasi perkembangan minat, bakat juga kecerdasannya.
Masa kecil merupakan masa keemasan anak dan sebagai pembelajar sejati, anak-anak tidak hanya membutuhkan kelengkapan sarana atau fasilitas untuk menggambar, tetapi lebih dari itu mereka membutuhkan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Menggambar biasanya berkaitan dengan dunia bermain anak yang penuh keceriaan. Karena itu, perhatian, dukungan, motivasi dan apresiasi orang tua sebagai orang terdekat sangat diperlukan untuk membangun suasana fun, tetapi kebermanfaatannya sebagai metode belajar tetap tercapai. Dan manfaat menggambar untuk anak adalah:
1.      Pertama, menggambar dalam bentuk apapun merupakan ekspresi dan bagian dari proses kreatif dan imajinatif mereka di masa kecil. Dengan menggambar, anak akan belajar mencipta atau berkreasi, menuangkan ide-idenya, serta memvisualisasikan dan merealisasikan imajinasinya dalam sebuah karya.
2.      Kedua, membantu proses perkembangan aspek kognitif, kecerdasan emosional dan kecerdasan motorik mereka. Menggambar dapat membantu meningkatkan konsentrasi anak, melatih daya ingat, kesabaran, ketelitian dan keuletan anak dalam menghasilkan sesuatu. Selain sebagai bentuk ekspresi, menggambar juga dapat membantu menyalurkan bentuk-bentuk emosi yang dirasakan anak melalui gambar. Menggambar juga melatih keterampilan dan kemampuan motorik halus anak. Seperti halnya menulis, menggambar dapat melatih gerak tangan untuk menghasilkan tulisan atau bentuk gambar yang lebih baik.
3.      Ketiga, mengasah bakat anak yang bisa berdampak signifikan terhadap kemampuan dan skil mereka di masa depan. Semua anak mungkin suka menggambar dan bisa menggambar, tetapi anak yang berbakat menggambar bisa menghasilkan gambar yang lebih bagus. Karena itu, ketika anak mulai mencorat-coret media yang ditemukannya, simpanlah kata “jangan” dan gantilah dengan memberikan media menggambar yang tepat seperti kertas, buku gambar, atau karton. Biarkan mereka berekspresi, serta berikan pula apresiasi atas gambar yang mereka buat atau mereka warnai. Bakat bisa diminati jika terus dilatih, dibiasakan dan dikembangkan dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan.
4.      Keempat, menggambar sebagai sebuah stimulus untuk menumbuhkan minat belajar, sekaligus metode pembelajaran dan pendidikan berbasis kreativitas, dengan syarat anak dibiarkan mengekspresikan pikiran dan perasaannya lewat gambar tanpa selalu diberikan objek tiruan. Gambar yang berantakan khas coretan anak lebih mencerminkan naturalitas dan kreativitas daripada kehalusan bentuk yang dihasilkan dari meniru objek yang ada.
C.     Pola Perkembangan Menggambar Pada Anak.
Karakter gambar anak berkembang seiring pertambahan usianya. Menggambar merupakan kegiatan ekspresi kreatif yang populer di kalangan anak-anak. Pengalaman batin yang sederhana pada anak-anak merupakan kenangan indah dan hangat yang sewaktu-waktu bisa diungkapkan dengan berekspresi dan juga merupakan pendorong baginya. Sebagian besar kehidupan anak-anak dipenuhi dengan permainan, permainan sebagai bagian yang menyeluruh dalam kehidupan anak. Dalam permainnya anak senantiasa meniru-niru orang dewasa, mereka membuat rumah-rumahan, membersihkannya, mengecatnya, menatanya layaknya orang dewasa.
Perhatikanlah, ada kalanya ketika kita sedang menulis, si anak akan menirunya dengan mengambil kertas dan membuat goresan-goresan, sekalipun goresan-goresan itu bagi kita tidak bermakna, tetapi nampak anak mendapat kepuasan. Jadi bukan makna dari goresan itu yang berarti bagi anak, tetapi kepuasan yang lebih diutamakan. Buktinya anak akan semakin senang dan semakin rajin menggores. Hal itu bukan tanpa arti, tetapi merupakan langkah awal bagi anak dalam melakukan gerak motoriknya, gerak kordinasi antara tangan dan mata.
Ini akan menrupakan langkah yang penting dalam kehidupan selanjutnya walaupun dilakukan secara santai sambil bermain-main. Oleh karena itulah, dalam memimbing anak dalam menggambar harus diciptakan suasana santai dimana anak dapat mengembangkan imajinasinya dengan leluasa. Menggambar bagi anak adalah bagian dari permainan, dimana mereka dapat mengembangkan daya imajinasinya.Sebagaimana kemampuan lain pada umumnya, kemampuan menggambar anak sudah berkembang bahkan sejak periode batita. Lebih dari itu gambar yang dihasilkan oleh seorang anak di setiap periode memiliki arti dan karakteristik yang berbeda-beda.
Viktor Lowenfeld dalam bukunya Creative and Mental Growth (1982) meneliti tingkat perkembangan menggambar anak berdasarkan usia, menganalisis tentang periodisasi yang menjadi ciri umum lukisan anak-anak sesuai waktu (usia) dan tahap perkembangan sosial intelektual mereka, sebagai berikut:
a.       Periode Coreng-Moreng (Scribbling Stage).
Periode ini berlaku bagi anak berusia 2 sampai 4 tahun (masa prasekolah). Gambar yang dibuat tanpa makna, hanya perbuatan meniru orang lain, tetapi merupakan latihan gerak motorik dari koordinsai gerakan tangan dan mata, gambar berupa goresan tipis tebal dengan arah yang belum terkendali. Periode ini terdiri dari 3 fase, hanya setiap fase jaraknya sangat singkat sekali, sehingga dianggap satu fase.
b.      Goresan Tak Beraturan.
Gambar tanpa makna, karena anak melakukannya hanyalah meniru orang lain, belum dapat membuat coretan berupa lingkaran, karena hanya merupakan latihan gerak motorik antara mata dengan gerak tangan, bentuk garis sembarangan, bersemangat tanpa melihat ke kertas, merupakan fase yang paling awal dalam tahap perkembangan menggambar anak.

Entri yang Diunggulkan

 hai , jumpa lagi... aku ingin membagikan sebuah foto yang bermanfaat bagi blogger semua.. ini adalah bahan ajar kesenian bagi anak SD, ...